Wakapolda Sulsel Pimpin Sidang Kelulusan Akpol 2026, Jamin Seleksi 'Clear and Clean'
0 menit baca
MAKASSAR – Proses panjang dan menegangkan bagi para calon pelindung masyarakat di Sulawesi Selatan akhirnya memasuki babak penentuan. Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan resmi menggelar sidang kelulusan akhir tingkat Panitia Daerah (Panda) untuk penerimaan Taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026.
Fase krusial ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polda Sulsel, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., yang bertindak selaku Wakil Ketua Panitia Daerah. Mengambil tempat di Aula Mappaodang, Markas Polda Sulsel, sidang penentuan ini berlangsung khidmat pada Jumat (26/6/2026).
Dalam memimpin jalannya sidang, Brigjen Pol. Gidion tidak sendiri. Ia didampingi oleh Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulsel. Deretan Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Pemeriksa, jajaran panitia daerah, serta tim pengawas dari unsur internal maupun eksternal turut hadir memastikan transparansi.
Atmosfer ketegangan sekaligus harapan membalut 19 Calon Taruna/i Akpol yang tersisa. Mereka terdiri dari 18 peserta pria dan 1 peserta wanita, yang hadir langsung menyaksikan nasib perjuangan mereka diumumkan di hadapan para petinggi kepolisian daerah tersebut.
Apresiasi untuk Proses yang "BETAH"
Mewakili Kepala Polda Sulsel, Brigjen Pol. Gidion membacakan amanat tertulis yang sarat akan apresiasi. Ia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi tanpa kompromi selama masa seleksi.
Kerja keras jajaran kepolisian ini dinilai berhasil menjaga marwah institusi dengan mewujudkan prinsip seleksi yang BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), serta kompetitif.
"Melalui proses rekrutmen yang clear and clean ini, kita optimis akan melahirkan calon anggota Polri masa depan yang berkualitas dan kompetitif," tegas Brigjen Pol. Gidion di hadapan para peserta dan panitia.
Lebih jauh, jenderal bintang satu itu menekankan bahwa sistem seleksi terpadu yang diterapkan tahun ini sangat ketat. Tujuannya hanya satu: menutup rapat celah penyalahgunaan wewenang.
"Sistem ini sekaligus memastikan tahapan yang dilalui terbebas dari segala bentuk intervensi maupun penyalahgunaan, baik yang berasal dari pihak internal maupun eksternal," tambahnya dengan nada lugas khas instruksi pimpinan.
Pesan Kapolda: Perjalanan Belum Usai
Di penghujung amanatnya, pesan hangat dari Kapolda Sulsel mengalir untuk membesarkan hati para peserta. Bagi mereka yang dinyatakan lulus, ucapan selamat diberikan sebagai bekal mental. Mereka yang terpilih ini akan memikul nama baik Sulawesi Selatan untuk melanjutkan pertarungan ke tahapan seleksi tingkat pusat di Semarang.
Namun, layaknya sebuah kompetisi, ada yang bertahan dan ada yang harus gugur. Bagi peserta yang belum berhasil merengkuh mimpi berseragam Taruna tahun ini, Kapolda menitipkan pesan empati yang mendalam.
- Tetap Semangat: Jangan jadikan kegagalan sebagai akhir dari segalanya.
- Jangan Berputus Asa: Kegagalan hari ini adalah pelajaran berharga untuk evaluasi diri.
- Apresiasi Partisipasi: Jiwa kompetitif yang telah ditunjukkan merupakan wujud nyata kecintaan generasi muda dalam memperkuat institusi Polri.
Harapan besar digantungkan agar para peserta yang belum beruntung dapat kembali mempersiapkan diri dengan lebih matang, demi meraih hasil terbaik di kesempatan-kesempatan mendatang. Perjuangan 19 putra-putri terbaik ini menjadi potret bahwa regenerasi Polri di Sulawesi Selatan terus berjalan di atas rel profesionalisme.
.png)